Kota Bogor kembali menunjukkan komitmennya dalam pembangunan ekonomi kreatif yang berkelanjutan melalui inisiasi program REKA PANGAN Inkubasi Bisnis Modal Rasa: Dari Lokal untuk Berkelanjutan. Program bergengsi ini merupakan hasil kolaborasi empat pilar utama: Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP), Forum Ekonomi Kreatif Kota Bogor (REKA Bogor), Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bogor, serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor. Bertempat di Graha Kadin Kota Bogor, kegiatan ini bertujuan utama mendorong lahirnya wirausaha hijau di sektor kuliner.
Program inkubasi ini menjadi panggung bagi para pelaku UMKM kuliner untuk mempresentasikan model bisnis yang tidak sekadar mencari keuntungan, melainkan juga mengutamakan aspek keberlanjutan lingkungan dan dampak sosial. Fokus utama diberikan pada pemanfaatan bahan pangan lokal secara maksimal, upaya pengurangan limbah, serta praktik produksi yang ramah lingkungan.
Nilai Kuat adalah Kunci Keberhasilan UMKM
Said Abdullah dari KRKP menjelaskan bahwa tahapan *pitching* ini adalah titik tolak penting bagi para peserta. Beliau menilai bahwa banyak kegagalan usaha kuliner disebabkan oleh minimnya *value* atau nilai pembeda yang kuat dalam bisnis mereka. Sementara itu, peserta REKA PANGAN memiliki keunggulan kompetitif utama, yaitu komitmen terhadap keberlanjutan.
Menurut Said, kunci sukses tidak terletak pada kemewahan presentasi, melainkan pada ketekunan, kejujuran, dan inovasi yang berkelanjutan. Ia berharap, para pelaku usaha yang terpilih adalah individu dengan komitmen jangka panjang untuk terus tumbuh. Inilah komitmen nyata dari kolaborasi apik yang dilakukan oleh berbagai pihak di Kota Hujan. Semangat untuk membangun ekonomi kreatif yang ramah lingkungan ini selaras dengan filosofi **bogorbageur**, yakni kebaikan dan keberlanjutan bagi masyarakat luas.
Membangun Ekosistem Kolaboratif untuk UMKM Naik Kelas
Georgian Marcello, Ketua REKA Bogor, menegaskan peran strategis REKA sebagai forum yang memfasilitasi UMKM agar ‘naik kelas’. Program REKA PANGAN dirancang secara komprehensif, mencakup pendampingan intensif, penguatan manajemen usaha, hingga pemahaman mendalam mengenai tanggung jawab lingkungan.
“Program ini melampaui sekadar mencetak wirausaha hijau. Kami juga berupaya membangun ekosistem kolaboratif yang memungkinkan pelaku UMKM saling terhubung, bertumbuh bersama, dan memperluas jejaring mereka,” ujar Georgian, menyoroti pentingnya sinergi antar pelaku usaha.
Tiga UMKM Terbaik dengan Komitmen Berkelanjutan
Tahap puncak program ini adalah *pitching* akhir, di mana 15 UMKM pangan mempresentasikan rencana pengembangan produk, strategi pemasaran, manajemen keuangan, serta komitmen mereka terhadap prinsip keberlanjutan di hadapan dewan juri. Dewan juri terdiri dari perwakilan Kadin Kota Bogor, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor, KRKP, serta mitra komunitas.
Berdasarkan penilaian ketat terhadap *business plan*, *founders mentality*, dan *green business feasibility*, terpilih tiga UMKM terbaik, yaitu Raos A28, Mr Banasik, dan Tikolot. Ketiga pemenang tersebut berhak mendapatkan dukungan modal usaha dari Kadin Kota Bogor. Juara I menerima Rp15.000.000, Juara II Rp10.000.000, dan Juara III Rp5.000.000. Bantuan modal ini diharapkan dapat menjadi akselerator bagi pengembangan usaha pangan berkelanjutan mereka, sekaligus meningkatkan daya saing UMKM di kancah kuliner nasional.





